HTML/Java Script

Kaarmany eva dhikaras te, ma phalesu kada ca na, ma kaarma phala hetur bur, ma te sango 'stva akaarmany

Kamis, 28 April 2011

Cerita motivasi : Karmaphala - Reinkarnasi

KARMAPHALA -REINKARNASI

(Posting ini karya Ida Bagus Tamtam Setiawan (Alumni KMHDI) dan posting/tulisan ini berasal dari Antologi Sastra Digital KMHDI).

------------------------------------------------------------------------------------

Ian Belog Joiner, kali ini lahir di sebuah kota di Scotlandia (Inggris). Ia hidup sebagai seorang gelandangan yang tidak punya sanak keluarga. Tetapi ternyata di tahun 2050 itu ia memiliki sebuah kekuatan untuk berkomunikasi dengan Sinto gendeng (gurunya wiro sableng) disaat ia membutuhkannya.

Suatu hari Ian BJ seperti biasa duduk di depan sebuah pertokoan dengan seragam kerjanya yang jauh lebih dekil dari seragam tukang bengkel. Aneh benar hari ini tak ada orang lewat yang memberikan sepeser-pun kepadanya, meski jam makan siang sudah hampir tiba.

Ian BJ bertanya pada Sinto gendeng dengan tenaga khikangnya (berkomunikasi jarak jauh dengan suara tenaga dalam); "Eh.. Sinto, kok nasibku apes banget hari ini ya?"

"Keee... Kek.. Kek... Kek.... Karena buah perbuatanmu (karma phala) memang mengharuskan seperti itu Belog Joiner... Tunggu saja, semua sudah diatur oleh perbuatanmu dimasa lampau" jawab sebuah suara yg hanya bisa didengar oleh si Ian BJ.

Setelah jam makan siangnya lewat 8 menit, barulah Ian BJ kedatangan seorang dermawan dan berkata; " Check sejumlah 5000 poundsterling ini dapat kau uangkan di Bank Pasar Seri Scotland, cukup untuk mendirikan sebuah toko bunga sekalian sewa tokonya selama setahun. Dan ini uang cash sejumlah 3 pound untuk ongkos naik bus kota" Setelah menyerahkan uang dan lembaran check itu, sang dermawanpun pergi membiarkan Ian Belog terbengong-bengong serasa mimpi di siang bolong.

Ahirnya setelah sadar kalau itu bukan mimpi I Belog J melangkah menuju tempat perhentian bis kota. Singkat cerita, I Belog J sudah berada didalam bis kota, dan mendapat tempat duduk disamping pak kusir yang mengendali setir supaya baik jalannya... (kok kayak lagu ya???)

Di sebuah perhentian berikutnya naiklah seorang ibu hamil ke dalam bus, tetapi si ibu itu tidak mendapat tempat duduk shg ia harus berdiri bergelayut berdesak-desakan dengan penumpang lain. Hati Ian BJ tersentuh juga, dan dia memberikan tempat duduknya pada si ibu hamil itu.

Tidak berapa lama si ibu hamil itu turun duluan, sambil mengucapkan terimakasih pada I Belog Joiner. Rupanya ibu itu adalah seorang pencopet yang mengambil uang dan check dikantong Ian BJ tanpa disadarinya. Dan I Belog J baru sadar ketika ia akan turun dari bus kota itu. Kontan ia berteriak Cepooo...t... Eh, Copeeettt.... Lalu orang2 berdatangan dan terdengar suara "Bak.. Buk... Nguik... Kaiiing...." itu suara mereka yg langsung menghajar I B Joiner sampai babak belur. Disangkanya I Belog Joinerlah pencopetnya berhubung bajunya kelihatan kusam dan mirip pencopet.

Setelah orang2 puas menghajar I Belog joiner, maka iapun bertanya pada Sinto Gendeng; " Apakah ini yg namanya karma phala??? Aku berbuat baik, eh.. Malah dapat balasan seperti ini. Kalo begitu karma phala itu tidak adil... Cuih...(sambil meludah darah segar dari mulutnya).

Suara dari jauh menjawab; "Begini...... Karma phala itu dibagi 3 yaitu;
1. Berbuat sekarang lalu hasilnya dinikmati pada kehidupan sekarang juga.
2. Berbuat dikehidupan ini lalu dinikmati pada saat matek di alam baka.
3. Berbuat dikehidupan ini lalu hasilnya didapatkan pada kehidupan akan datang.

Nah, pada kehidupanmu yg lampau kamu terlahir dari seorang ayah yang suka metajen (sabung ayam) dan ibu seorang tante girang plus rentenir (lintah darat) yang membungakan uang dengan bunga mencekik. Sedangkan saat itu engkau adalah sorang polisi yg mestinya menegakkan keadilan, tetapi engkau hanya membiarkan saja mereka berkubang dengan dosa2-nya tanpa bertindak apa2. Ingat..., menyetujui/membiarkan orang berbuat dosa/kesalahan, maka engkau juga ikut berdosa"

I Belog Joiner menyela; "Lha... Wajar kalau aku diam saja, mereka kan orang tuaku yang melahirkan aku, kalau aku menentang mereka kan aku berdosa besar toh..? Bukankan melawan ibu dosanya lebih berat dari bumi dan melawan Ayah dosanya lebih luas dari langit???"

"Benar Ian, tapi yang engkau tentang/musuhi bukanlah mereka sebagai orang tuamu, tetapi kesalahan2 mereka. Jadi mestinya saat itu engkau menghukum kesalahan mereka melalui badan mereka." Jawab sinto dari kejauhan.

"Kalo begitu karma phala itu adalah harga mati dong? Keduanya adalah pilihan yg mengandung dosa." jawab Ian Belog.

" Belog.., karma phala itu ibarat orang yg kebelet membuang gas beracun (kentut). Ketika rasa itu sudah waktunya keluar sampai keujung, sedangkan engkau berada disekitar banyak orang, apakah akan kau keluarkan begitu saja saat itu? ataukah engkau akan menahannya sesaat dan lari menjauh dari orang2 untuk kemudian membuang gas beracunmu ditempat sepi, lalu hanya engkau yg berhak menikmatinya sendiri. Karma phala itu bukan harga mati, ia masih menyediakan pilihan melalui akal pikiranmu (manah). Maksudku, diantara 2 pilihan yg sama2 jelek itu, pilihlah mana yg dosanya paling sedikit. Jika engkau biarkan orang tuamu menyabung ayam dan menguras harta orang2 yg sudah susah, bukankah dosanya lebih besar daripada engkau memenjarakan mereka?" jawab sinto gendeng dengan semangat 45.

"Aduh Sinto... kok ruwet banget sih, kamu kan sudah tahu kalau aku ini Inan Belog (rajanya bego). udah... Kesimpulannya apaan nih...???" kata Ian Belog tersengal-sengal.

Sinto menyahut; "Begini Belog Joiner, Meskipun kamu membiarkan saja orang tuamu berbuat dosa, tetapi bagusnya adalah bahwa kamu tidak menjalankan/meneruskan dosa-dosa mereka. Sehingga engkau sempat merasakan pahala baik dari si dermawan tadi, sedang akibat buruk dari membiarkan/menyetujui orang tuamu berbuat dosa adalah apa yg sudah menimpamu sampai terkaing-kaing babak belur, dan check-mu juga lenyap digondol copet bunting"

Ian Belog Joiner menjawab; "Aduh.., makasih sinto, tapi aku sudah kebelet nih... Nyawaku sudah diujung ubun2.... Sang Suratma sudah mengirim utusan untuk menjemputku, Udah dulu ya... Daa....h..."

Dedicated to: Para pejuang GENTA di bali, Selamat Berjuang!!!

Suksma,

TTS - Djaksel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar