HTML/Java Script

BG. II. 47 Kaarmany eva dhikaras te, ma phalesu kada ca na, ma kaarma phala hetur bur, ma te sango 'stva akaarmany || berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala menjadi motifmu dalam bekerja, jangan pula hanya berdiam diri tanpa kerja|

Kamis, 28 Juni 2018

Penyuluh Agama Hindu Dibekali Penguasaan TIK untuk Media Penyuluhan

Jakarta_Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu melalui Sub Direktorat Penyuluhan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Diklat Teknis Substantif Media Penyuluhan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2018. Kegiatan Diklat yang dilaksanakan dari tanggal 24 Juni dan akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2018 nanti dilaksanakan bekerjasama dengan Pusdiklat Teknis Tenaga Pendidik dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Berpose - Peserta Diklat berpose, berfoto bersama dengan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Prof. H. Abd. Rahman Mas'ud, Ph.D 

Minggu, 20 Mei 2018

Pasraman se-NTB Bersinergi

Om Swastyastu

Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB pada tanggal 18 s.d. 20 Mei 2018 menyelenggarakan Orientasi Tata Kelola Pasraman Non Formal Provinsi NTB. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 orang pengurus pasraman non formal sepulau Lombok.
Menyusul pasraman-pasraman non formal di Kota Mataram yang sudah memiliki wadah atau perhimpunan, yaitu Perpasram (Perhimpunan Pasraman Kota Mataram) sebagai wadah komunikasi, maka di lingkup provinsi NTB juga akhirnya oleh Bidang Bimas Hindu yang didorong oleh segenap peserta yang hadir membentuk Forum Komunikasi Pengurus Pasraman (FKPP) Provinsi NTB.


Minggu, 08 April 2018

MOHON DUKUNGAN/SOLUSI GERAKAN MEMBANGUN PASRAMAN NON FORMAL (SEBUAH CATATAN PERTEMUAN PERHIMPUNAN PASRAMAN MATARAM)

Om Swastyastu.
Bapak/Ibu/Sdr. sinamian apa kabar?
Tadi pagi (8-4-2018) Perhimpunan Pasraman Kota Mataram (Perpasram) mengadakan rapat koordinasi (rakor) untuk pertama kali, dandirangkai persembahyangan bersama di Pura Pancaka.

Informasi yang kami peroleh selaku pembina Perpasram, bahwa dari 14 Pasraman yang dicatat dikirimi undangan, ada 10 perwakilan pengurus Pasraman yang bisa hadir bersama sisya/brahmacari masing-masing. Walau tidak bisa hadir sepenuhnya, tapi menurut hemat kami, jumlah tersebut cukup menggembirakan. 😃

Kesepuluh Pasraman tersebut ialah 1. Pas. Eka Dharma BTN Sweta, 2. Pas. Samiaga Kr. Sraya, 3. Pas. Swasta Pranawa Abian Tubuh, 4. Pas. Sad Dharma Dwijendra YDL (satu satunya pasraman non formal di NTB yang telah mendapat SK Pendirian dan ijin operasional dari Ditjen Bimas Hindu), 5. Pas. Giri Bajing Tohpati, 6. Pas. Dharma Putra Tohpati, 7. Pas. Yowana Pasupati Gebang, 8. Pas. Varitra Saraswati STAHN GPM, 9. Pas. Saraswati Perumnas, dan 10. Pas. D.H. Sidhi Mantra Batu Dawa Beberapa Pengurus Pas. lainnya yang tercatat/terdata di Bimas Hindu Kemenag Kota Mataram ada yang mengkonfirmasi berhalangan hadir karena sesuatu dan lain hal. Ada pula yang tidak mengkonfirmasi.

Kamis, 05 April 2018

AYO DORONG GENERASI MUDA HINDU KE PASRAMAN.


Om Swastyastu.
Angayubagia, setelah jelang akhir tahun 2017 yang lalu, kami Bimas Hindu Kemenag Kota Mataram yang dikomandoi oleh Bapak Ketut Edi Ariawan menjalin sinergi dengan pasraman Non Formal di Kota Mataram. Membentuk Perhimpunan Pasraman Kota Mataram (Perpasram). Inovasi dalam bentuk sinergi ini kami rasa sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kepada umat Hindu di Kota Mataram. Lebih-Lebih Kabid Bimas Hindu Kanwil Kemenag Prov. NTB sedang mengeksekusi Proyek Perubahan tentang Peningkatan Pelayanan Kepada Umat Hindu di NTB.

Setelah Perpasram lahir, tepatnya tanggal 17 September 2017 di Taman Mayura Cakranegara, beberapa kali pertemuan untuk berkoordinasi telag dilaksanakan oleh intern pengurus. Pertemuan dengan para pengurus Pasraman non formal juga telah dilaksanakan. Terakhir tanggal 8 April 2018 di Pura Pancaka yang dirangkai dengan persembahyangan bersama. Agenda yang dibahas ialah evaluasi kendala atau tantangan dalam pengelolaan pasraman non formal.

Sabtu, 02 Mei 2015

Komunikasi Penyuluh Agama Hindu dalam Mencegah Konflik Akibat Masuknya Sampradaya Baru pada Suatu Banjar

oleh: I Made Sri Wirdiata



A. Pendahuluan
Keanekaragaman jalan bhakti dalam agama Hindu adalah suatu keniscayaan, sebagaimana dijamin oleh Weda. Bhagavata Purana atau Srimad Bhagavatam VII.5.23 menyebutkan ada 9 (sembilan) jenis cara mewujudkan rasa bhakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang disebut dengan nawa laksana bhakti.
Ekspresi bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dapaat diwujudkan melalui salah satu atau beberapa jalan yang disukai dan dapat membuatnya nyaman, sebagaimana dijamin dalam Bhagawad Gita IV.11. Karena pada hakekatnya jalan manapun yang ditempuh, sudah pasti akan menuju pada-Nya. Jalan bhakti yang beragam itu biasanya dipilih satu atau beberapa oleh sekelompok umat Hindu dengan berlandaskan pada tattwa (filsafat Hindu) tertentu yang kemudian disebut dengan Sampradaya (aliran kepercayaan dalam agama Hindu).

Sabtu, 09 Februari 2013

Naskah Dharma Wacana Agama Hindu : Sejarah Singkat Hari Raya Nyepi dan Rangkaiannya

Sejarah Singkat Hari Raya Nyepi dan Rangkaiannya
Oleh : I Made Sri Wirdiata


Om Avighnam astu namah sidham,
Om Siddhir astu tad astu svaha,
Om Svastyastu,

Umat se-dharma yang berbahagia,
Nikmatnya hari-hari yang kita lalui tiada lain adalah merupakan waranugraha, nikmat limpahan kasih dari Brahman (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Untuk itu sepatutnyalah kita haturkan angayubaghia kehadapan Beliau beserta segala manifestasi-Nya. Bahwa sebagai mahluk yang bermartabat, kita harus senantiasa berterima kasih.

Pada hari yang baik ini, berbahagia sekali kita bisa berada di tempat yang indah dan sejuk ini dalam rangka kita sama-sama melaksanakan kegiatan bimbingan, penyuluhan bagi masyarakat Banjar Budhi Sari, Desa Sekongkang, Kecamatan Poto Tano, Kab. Sumbawa Barat.

Senin, 04 Juni 2012

Naskah Dharma Wacana Agama Hindu : Indahnya Aneka Jalan Bhakti Dalam Hindu

INDAHNYA ANEKA RAGAM JALAN BHAKTI DALAM HINDU
Oleh: I Made Sri Wirdiata


Om Awighnam astu namah sidham,
Om Swastyastu,

Umat sedharma yang saya hormati,
Nikmatnya hari-hari yang kita lalui tiada lain adalah merupakan anugrah limpahan kasih dari Ida Sang Hyang Widhi. Untuk itu sepatutnyalah kita haturkan puji syukur kehadapan Beliau beserta segala manifestasi-Nya. Bahwa sebagai mahluk yang bermartabat, kita harus selalu berterima kasih.

Umat sedharma yang berbahagia,
Keseharian kita dalam lingkungan terkecil kita yaitu keluarga yang biasanya dimulai dari bangun tidur, ada berbagai hal yang berbeda yang kita jumpai. Perbedaan itu antara lain dari sisi aktivitas yang dikerjakan setelah bangun tidur, maupun kebiasaan-kebiasaan cara kita bangun. Tapi, kita sadari bahwa semua perbedaan itu tetap dalam koridor saling melengkapi aktivitas satu dan lainnya, memperkuat kehidupan keluarga kita.

Lingkungan yang lebih luas pun yaitu dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya masyarakat umat beragama Hindu sudah barang tentu sangat lumrah bila ada beraneka macam perbedaan. Perbedaan itu biasanya terdapat dalam tataran pelaksanaan ritual/upacara, dan pelaksanaan etika/susila, namun yang pasti ketika ditinjau dari sisi filsafat/tattwa, disana ada suatu substansi yang sama, ada dharma yang sama yang menjadi spirit dari pelaksanaan ritual dan etika yang berbeda-beda itu.

Kamis, 28 April 2011

Cerita motivasi : Karmaphala - Reinkarnasi

KARMAPHALA -REINKARNASI

(Postingan ini karya Ida Bagus Tamtam Setiawan (Alumni KMHDI) dan posting/tulisan ini berasal dari Antologi Sastra Digital KMHDI).

------------------------------------------------------------------------------------

Ian Belog Joiner, kali ini lahir di sebuah kota di Scotlandia (Inggris). Ia hidup sebagai seorang gelandangan yang tidak punya sanak keluarga. Tetapi ternyata di tahun 2050 itu ia memiliki sebuah kekuatan untuk berkomunikasi dengan Sinto gendeng (gurunya wiro sableng) disaat ia membutuhkannya.

Suatu hari Ian BJ seperti biasa duduk di depan sebuah pertokoan dengan seragam kerjanya yang jauh lebih dekil dari seragam tukang bengkel. Aneh benar hari ini tak ada orang lewat yang memberikan sepeser-pun kepadanya, meski jam makan siang sudah hampir tiba.

Ian BJ bertanya pada Sinto gendeng dengan tenaga khikangnya (berkomunikasi jarak jauh dengan suara tenaga dalam); "Eh.. Sinto, kok nasibku apes banget hari ini ya?"

Rabu, 27 April 2011

Naskah Dharma Wacana Agama Hindu : Keagungan Dharma (Kebajikan/Kebenaran) dan Swadharma (Kewajiban)

KEAGUNGAN DHARMA (KEBAJIKAN/KEBENARAN) DAN SWADHARMA (KEWAJIBAN)
Oleh: I Made Sri Wirdiata

Om Avighnam astu namah sidham,
Om Svastyastu,

Nikmatnya hari-hari yang kita lalui tiada lain adalah merupakan waranugraha, nikmat limpahan kasih dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Brahman. Untuk itu sepatutnyalah kita angayubagia kehadapan Beliau beserta segala manifestasi-Nya. Bahwa sebagai mahluk yang bermartabat kita harus tahu berterima kasih.

Setiap hari kita diwajibkan untuk menghubungkan diri kepada Sang Pencipta. Kapankah itu? Dalam konsep Hindu, kewajiban itu dilaksanakan 3 kali dalam sehari, atau yang dikenal dengan istilah Try Sandhya. Ini merupakan salah satu wujud bhakti kita kepada Hyang Widhi. Dengan kata lain ini merupakan salah satu kewajiban/Dharma kita sebagai pemeluk Hindu.